Bansos Tunai Rp 300.000 Warga Jakarta Cair Minggu Kedua Maret 2021

  • Bagikan

ISLUP NEWS – Kepala Dinas Sosial DKI Jakarta Premi Lasari mengatakan, bantuan sosial tunai (BST) untuk warga terdampak Covid-19 akan dicairkan pada minggu kedua Maret 2021.

“Untuk BST Tahap 2 ini dana akan ditransfer langsung ke rekening penerima manfaat pada minggu kedua bulan Maret 2021 secara serentak,” kata Premi dalam keterangan tertulis, Jumat (5/3/2021).

Premi juga menjanjikan pencairan BST tahap ketiga bisa direalisasikan akhir Maret 2021.

“Untuk pencairan Tahap 3 akan dilakukan di akhir bulan Maret setelah penyelesaian transfer dana Tahap 2. Insya Allah tidak bergeser waktunya,” kata Premi.

Namun, kata Premi, untuk penerima dengan usulan pendataan baru tidak bisa dicairkan bersamaan dengan penerima yang sudah mendapat BST tahap pertama. Pasalnya, penerima usulan baru membutuhkan waktu untuk proses administrasi seperti pencetakan buku tabungan dan kartu ATM dari Bank DKI.

“Kecuali, untuk usulan baru yang membutuhkan proses cetak buku dan kartu ATM Bansos,” ucap dia.

Sebelumnya, penerima BST merupakan masyarakat yang ber-KTP DKI Jakarta dan merupakan keluarga penerima bantuan sosial sembako tahun 2020 lalu yang sudah diperbarui.

Baca Juga:  Sri Mulyani: Leader Bukan Tentang Me, Me, Me!

Kemudian disalurkan ke rekening penerima BST di Bank DKI yang diberikan sebesar Rp 300.000/Keluarga/bulan yang rencananya akan disalurkan selama 4 bulan terhitung Januari 2021.

Sumber: Kompas

Bansos Tunai DKI Rp 300 Ribu Selama 4 Bulan Resmi Disebar

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta pada 12 Januari 2021 kemarin mulai menyalurkan Bantuan Sosial Tunai (BST) Rp 300 ribu per bulan. Bantuan ini disalurkan setiap bulannya selama 4 bulan ke depan. Dalam penyaluran bansos tunai ini, Pemprov DKI Jakarta menggandeng Bank DKI.

“Besaran BST DKI Jakarta sebesar Rp 300 ribu per bulannya yang diberikan selama empat bulan, mulai dari bulan Januari hingga April tahun 2021,” kata Sekretaris Perusahaan Bank DKI, Herry Djufraini dalam keterangan tertulisnya Rabu (12/1/2021).

Herry menjelaskan BST tersebut disalurkan melalui rekening dan diberikan dalam bentuk kartu tabungan dan kartu ATM Bank DKI.

Bansos tunai DKI ini akan disalurkan kepada 1.055.216 penerima manfaat di DKI Jakarta secara bertahap mulai Januari tahun 2021. Terdapat di 160 titik lokasi penyaluran dari masing-masing wilayah kota administrasi DKI Jakarta.

Baca Juga:  Daftar 17 Gadai dan 51 Pinjol Ilegal

distribusi bansos tunai yang dilakukan Bank DKI bersama Dinsos Pemerintah Provinsi DKI Jakarta per titik lokasinya maksimal hanya melayani maksimal 500 orang penerima BST per hari. Alasannya menjalankan protokol kesehatan.

Setiap penerima bantuan sosial akan menerima undangan paling lambat H-1 sebelum pelaksanaan distribusi dan undangan disampaikan oleh kasatpel sosial hingga RT RW untuk selanjutnya diberikan kepada Keluarga Penerima Manfaat (KPM).

Setelah sampai di lokasi distribusi BST, penerima manfaat diwajibkan untuk selalu menggunakan masker, mencuci tangan serta mengecek suhu tubuh dan menjaga jarak di dalam maupun di luar ruangan distribusi BST.

“Penerima BST (bansos) wajib membawa Undangan, KTP dan Kartu Keluarga (Asli & Fotocopy). Jika Penerima BST berhalangan hadir sesuai dengan jadwal pendistribusian, maka Penerima akan diundang kembali pada undangan kedua hingga undangan ketiga yang dilakukan setelah distribusi pertama selesai pada 5 wilayah DKI Jakarta dan Kepulauan Seribu,” terang Herry.

Sumber: detikFinance

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *