Belajar prompting akan lebih mudah kalau kita melihat contoh.
Di bawah ini ada beberapa prompt yang bisa langsung kamu coba. Jangan anggap sebagai template kaku. Anggap sebagai titik awal. Ubah sesuai kebutuhan, gaya kerja, dan konteksmu.
Prompt untuk belajar topik baru
Gunakan prompt ini saat kamu ingin memahami sesuatu dari nol.
Saya ingin belajar tentang [topik].
Level saya saat ini: [pemula/menengah].
Tolong jelaskan dengan bahasa sederhana.
Mulai dari gambaran besar, lalu beri contoh nyata.
Di akhir, berikan 5 pertanyaan latihan untuk mengecek pemahaman saya.
Contoh:
Saya ingin belajar tentang API.
Level saya saat ini pemula dan baru belajar web development.
Tolong jelaskan dengan bahasa sederhana.
Mulai dari gambaran besar, lalu beri contoh nyata.
Di akhir, berikan 5 pertanyaan latihan untuk mengecek pemahaman saya.
Prompt ini bagus karena tidak hanya meminta penjelasan. Kamu juga meminta latihan untuk menguji pemahaman.
Prompt untuk menyederhanakan penjelasan
Kadang AI menjawab terlalu teknis. Pakai prompt lanjutan:
Penjelasanmu masih terlalu teknis.
Tolong jelaskan ulang seperti sedang menjelaskan ke teman yang belum pernah belajar topik ini.
Gunakan analogi sederhana dan maksimal 5 poin.
Ini lebih baik daripada hanya menulis, "Bikin lebih gampang." Instruksinya lebih jelas.
Prompt untuk membuat outline artikel
Buat outline artikel tentang [topik].
Target pembaca: [siapa pembacanya].
Tujuan artikel: [apa yang ingin pembaca pahami setelah membaca].
Gunakan struktur H2 dan H3.
Tambahkan ringkasan singkat untuk tiap H2.
Hindari pembahasan yang terlalu umum.
Contoh:
Buat outline artikel tentang cara backup website WordPress.
Target pembaca: pemilik website kecil yang belum teknis.
Tujuan artikel: pembaca paham kenapa backup penting dan cara memulainya.
Gunakan struktur H2 dan H3.
Tambahkan ringkasan singkat untuk tiap H2.
Hindari pembahasan yang terlalu umum.
Prompt untuk memperbaiki tulisan
Tolong perbaiki tulisan berikut agar lebih jelas dan enak dibaca.
Jangan mengubah maksud utama.
Gunakan bahasa Indonesia yang natural.
Kurangi kalimat yang terlalu panjang.
Tampilkan hasil revisi, lalu jelaskan 3 perubahan paling penting.
[tempel tulisan]
Prompt ini berguna karena kamu tidak hanya menerima hasil jadi, tapi juga tahu apa yang diubah.
Prompt untuk membuat email profesional
Buat draft email untuk [tujuan].
Konteks:
[jelaskan situasi]
Gaya bahasa:
Ramah, profesional, singkat, tidak kaku.
Batasan:
- Maksimal 150 kata.
- Jangan terdengar memaksa.
- Beri subject email.
Contoh:
Buat draft email untuk follow-up proposal.
Konteks:
Kami sudah mengirim proposal 3 hari lalu, tapi belum ada balasan.
Gaya bahasa:
Ramah, profesional, singkat, tidak kaku.
Batasan:
- Maksimal 150 kata.
- Jangan terdengar memaksa.
- Beri subject email.
Prompt untuk coding
Untuk coding, jangan hanya menempel error lalu meminta "fix".
Berikan konteks:
Saya sedang memakai [framework/library].
Tujuan kode ini adalah [tujuan].
Masalahnya: [jelaskan error atau perilaku yang salah].
Ini potongan kode:
[tempel kode]
Tolong:
1. Jelaskan kemungkinan penyebabnya.
2. Tunjukkan bagian kode yang perlu diubah.
3. Beri versi kode yang sudah diperbaiki.
4. Jelaskan cara mengetesnya.
Prompt ini membantu AI tidak langsung asal menebak.
Prompt untuk merangkum artikel panjang
Ringkas teks berikut untuk saya.
Tujuan ringkasan: supaya saya bisa memahami poin penting tanpa membaca semuanya.
Format:
- 5 poin utama
- 3 istilah penting
- 3 hal yang perlu saya cek lagi
Teks:
[tempel teks]
Bagian "hal yang perlu saya cek lagi" penting. Ini mengingatkan kita bahwa ringkasan AI tetap perlu diverifikasi.
Prompt untuk membuat checklist
Buat checklist untuk [aktivitas].
Target pengguna: [siapa].
Urutkan dari langkah paling awal sampai akhir.
Beri tanda mana yang wajib dan mana yang opsional.
Contoh:
Buat checklist deploy website Next.js ke VPS.
Target pengguna: developer solo yang belum punya CI/CD lengkap.
Urutkan dari langkah paling awal sampai akhir.
Beri tanda mana yang wajib dan mana yang opsional.
Tips memakai contoh prompt
Jangan pakai contoh di atas mentah-mentah setiap saat.
Yang perlu kamu ambil adalah polanya:
- Jelaskan tujuan.
- Tambahkan konteks.
- Beri batasan.
- Minta format jawaban.
- Minta AI menjelaskan alasan kalau perlu.
Kalau hasil pertama belum pas, lanjutkan percakapan.
Ini sudah mendekati, tapi terlalu formal.
Tolong buat lebih santai dan tambahkan contoh yang dekat dengan pekerja freelance.
Kesimpulan
Contoh prompt membantu kita mulai lebih cepat. Tapi prompt terbaik tetap prompt yang disesuaikan dengan situasi.
Gunakan contoh di artikel ini sebagai bahan latihan. Setelah beberapa kali mencoba, kamu akan mulai punya gaya prompting sendiri.