← Update
·3 mnt baca·Admin

Vercel vs Cloudflare Pages: Mana yang Lebih Worth It di 2026?

Vercel tetap juara di developer experience, tapi Cloudflare Pages punya satu keunggulan yang susah diabaikan — terutama buat kamu yang targetnya pengguna di Asia.

Waktu pertama kali coba pindah dari Vercel ke Cloudflare Pages, yang paling mengejutkan bukan performanya — tapi free tier-nya. Bandwidth tidak terbatas, bukan 100GB seperti di Vercel. Untuk side project yang trafik-nya tidak predictable, ini perbedaan yang cukup berarti.

Tapi tentu tidak sesederhana itu. Ini perbandingan yang lebih lengkap, terutama dari sudut pandang developer yang targetnya pengguna Indonesia.

Free Tier: Beda Filosofinya

Vercel free tier membatasi bandwidth di 100GB per bulan dan Function invocations di 100.000 per hari. Kalau project kamu viral atau ada spike trafik, kamu bisa kena tagihan di luar dugaan.

Cloudflare Pages free tier: bandwidth tidak dibatasi. Worker requests 100.000 per hari — sama dengan Vercel. Tapi tidak ada risiko kejutan billing di sisi bandwidth.

Untuk side project atau portfolio, Cloudflare Pages jelas lebih aman. Untuk project yang sudah ada trafik stabil dan kamu sudah tahu angkanya, perbedaan ini tidak terlalu material.

Performa di Indonesia — Ini yang Sering Tidak Dibahas

Cloudflare punya Point of Presence (PoP) di Jakarta. Vercel, sampai saat ini, tidak punya edge node di Indonesia — request dari Jakarta harus ke Singapore atau region Asia Pasifik terdekat.

Dalam praktiknya, untuk halaman static, perbedaannya tidak dramatis karena file sudah di-cache di CDN. Tapi untuk serverless functions — API routes, Server Actions di Next.js — latency Cloudflare Workers bisa 30–80ms lebih rendah dibanding Vercel Functions untuk pengguna Indonesia.

Kalau aplikasimu banyak pakai real-time atau API calls yang perlu response cepat, ini angka yang cukup signifikan.

Next.js di Cloudflare Pages — Hati-hati

Ini yang sering jadi gotcha. Cloudflare Pages mendukung Next.js via adapter @cloudflare/next-on-pages, tapi ada limitasi penting: kamu harus pakai Edge Runtime, bukan Node.js Runtime.

Artinya, ini tidak bisa jalan di Cloudflare:

// app/api/data/route.ts
export const runtime = "nodejs";  // ❌ tidak support di Cloudflare Pages

// Harus pakai:
export const runtime = "edge";    // ✓

Dampaknya cukup besar: beberapa library yang depend pada Node.js built-ins tidak bisa dipakai langsung. Prisma misalnya, perlu driver khusus (@prisma/adapter-d1 kalau pakai D1) dan tidak semua fiturnya tersedia di edge runtime.

Kalau project Next.js kamu sudah dalam dan pakai banyak Server Actions dengan library Node.js, migrasi ke Cloudflare Pages bisa memakan waktu lebih dari yang dikira.

Cloudflare D1 dan R2 — Nilai Tambah yang Nyata

Kalau kamu pertimbangkan Cloudflare, ekosistem backend-nya layak dipertimbangkan juga:

D1 adalah database SQLite yang jalan di edge — gratis hingga 5GB. Untuk project yang data-nya tidak terlalu kompleks dan butuh latency rendah, D1 + Cloudflare Pages adalah kombinasi yang sangat cost-efficient.

R2 adalah object storage kompatibel S3, tapi tanpa biaya egress. Kalau kamu bayar egress S3 setiap bulan, Cloudflare R2 bisa jadi alternatif yang lumayan ngirit.

Vercel punya Vercel Blob dan Vercel Postgres, tapi harganya per-usage dan lebih mahal dibanding Cloudflare untuk skala yang sama.

Developer Experience: Vercel Masih Lebih Baik

Vercel dibuat oleh tim yang sama yang buat Next.js, dan itu terasa. Preview deployment per PR, comment langsung di preview di GitHub, analytics yang terintegrasi rapi — semuanya just works tanpa konfigurasi tambahan.

Cloudflare Pages sudah jauh lebih baik dari dua tahun lalu, tapi UI dashboard-nya masih terasa lebih kompleks dan beberapa hal butuh konfigurasi manual yang di Vercel sudah otomatis.

Mana yang Worth It untuk Kamu?

Kalau kamu build aplikasi Next.js yang sudah complex dengan Server Actions dan database queries, dan tim kamu tidak mau keluar dari zona nyaman — Vercel. Zero friction, semuanya sudah dioptimalkan untuk Next.js.

Kalau kamu build project baru, targetnya pengguna Indonesia atau Asia Tenggara, dan kamu terbuka untuk pakai Cloudflare D1 atau stack yang lebih edge-first — Cloudflare Pages layak dipertimbangkan serius. Performa lebih baik untuk pengguna lokal, free tier lebih generous, dan ekosistem backend-nya semakin kuat.

Satu rekomendasi praktis: kalau tidak yakin, mulai dari Vercel. Iteration speed lebih cepat, DX lebih smooth. Baru evaluasi pindah ke Cloudflare kalau sudah ada data konkret soal latency atau biaya yang jadi masalah.

Diskusi

Tinggalkan komentar